• Image 01
  • Image 01
  • lapor.ukp.go.id

Laporan Pimpinan Diskusi Penghitungan Deforestasi Kedua

. Posted in News - Siaran Pers

Angka deforestasi (baik yang diterbitkan oleh negara, FAO atau komunitas ilmiah) memiliki tekanan politik yang kuat terhadap negara-­‐negara tropis karena sebagian besar angka deforestasi ini terjadi di hutan tropis. Dengan demikian, komunikasi yang lekat antara ilmu pengetahuan dan kebijakan adalah kunci untuk menjembatani kebutuhan kebijakan dan kemajuan ilmu pengetahuan.

Diskusi Penghitungan Deforestasi Kedua difasilitasi oleh UKP4, Kementerian Kehutanan dan Badan Pengelola REDD+ melakukan elaborasi dan metodologi perbandingan hilangnya tutupan pepohon global (pendekatan perspektif ilmiah) dan deforestasi Kawasan Hutan Indonesia (pendekatan jurisdiksional). Diskusi mengenai metodologi telah digunakan untuk sampai ke pemahaman umum dan perspektif tentang definisi deforestasi, pengelolaan data/informasi kehutanan, dan perlu adanya suatu badan pelaporan emisi dari sektor kehutanan.

Chair’s Report on the Second Deforestation Roundtable

. Posted in News - Siaran Pers

Deforestation figures (either published by countries, FAO or the scientific community) have strong political pressure to the tropical countries since most of current deforestation numbers occurred in the tropical forest. Therefore, intense communication between science and policy is the key to bridge policy needs and the advancement of science.

The Second Deforestation Roundtable facilitated by UKP4, Ministry of Forestry and REDD Agency provided a comparison of methodologies of global tree cover loss (science perspective approach) and Indonesia forest area (kawasan hutan) deforestation (jurisdictional approach). The discussion on the methodologies has been utilized to come up with common understanding and perspective on deforestation definition, forestry data/information management, and the needs for a forestry sector emissions reporting agency.

Kepala UKP4 Apresiasi Respons untuk Sukseskan Pelaksanaan REDD+

. Posted in News - Siaran Pers

Jakarta, 19 Desember 2013 - Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto, hari ini (19/12), terkait implementasi upaya pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (reducing emissions from deforestation and forest degradation atau REDD+) mengapresiasi respons luar biasa dari pelbagai pihak.

“Pihak-pihak yang saya maksud itu antara lain masyarakat adat, pemerintah-pemerintah provinsi mitra REDD+, hingga kelompok korporasi. Kerja sama semuanya untuk mengubah cara pandang pembangunan ke arah yang prolingkungan amat diperlukan,” ungkap Kuntoro dalam pidato kuncinya di hadapan 400-an hadirin pada pertemuan dengan para pemangku kepentingan REDD+ di Jakarta.